"INDONESIA 2045 : SEBUAH BLUEPRINT"


INDONESIA MAJU 2045 : SEBUAH “BLUEPRINT & CHALLENGES”

Indonesia sebuah negara besar yang terbentuk dari 17.491 pulau, 1.340 jenis suku, enam agama besar, 300 lebih kelompok etnis dan 1.211 bahasa. Disebut negara besar bukan hanya karena keberagaman dan luasnya teritori yang dimilikinya, namun besar pula populasi penduduknya. Dengan jumlah penduduk sebesar 273.870.000 jiwa (data Dukcapil per Desember 2021, dengan laju pertambahan per tahun sebesar 1,25%), menempatkan Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar keempat dunia, sebuah negara besar yang diproyeksikan oleh berbagai lembaga riset internasional akan masuk ke dalam 4 besar ekonomi dunia di tahun 2030.

McKinsey Global Institute (MGI) merilis bahwa Indonesia mempunyai peluang menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh dunia pada tahun 2030. Peluang tersebut tentu mengundang sebuah syarat, bahwa pada tahun 2030 Indonesia harus memiliki tenaga kerja terampil dan semi terampil minimal sebanyak 113 juta orang ( OKEZONE TV, 3 Mei 2021). Lebih jauh lagi, ekonom David Mann dari Standard Charterd Plc. dalam rilisnya memroyeksi bahwa Indonesia di tahun 2030 akan menjadi sebuah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia setelah China, India, Amerika Serikat (Kompas.com, 9 Januari 2019).

Hampir senada dengan McKinsey Global Institute (MGI), sebuah catatan penting mengingatkan bahwa keberhasilan suatu negara dalam membangun atau meraih keunggulan, sangat ditentukan oleh seberapa banyak negara tersebut memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, kompeten, dan berpengetahuan. Pernyataan tersebut diucapkan oleh Peter Drucker beberapa belas tahun lalu. Peter menyatakan bahwa manusia sudah berada pada zaman dimana keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan alam, jumlah penduduk, atau letak geografisnya yang strategis, namun SDM yang memadai. Pembangunan SDM yang memadai inilah yang menjadi prioritas Presiden Jokowi melalui cita-cita strategisnya dalam Visi Indonesia 2045.